Senin, 11 April 2016

Cerita Pendek




REISYA'S LIFE
(Oleh : Fajar Apriliani)

           Jajaran boneka mahal tersusun rapi didalam lemari kaca, fotofoto
terbungkus figura cantik yang menghiasi dindingdinding kamar, dan sofasofa
kecil yang mengisi salah satu sudut kamar. Sedikit demi sedikit mulai kehilangan keindahannya.
Beberapa serpihan kaca jatuh dari atas meja. Dibawah pancaran cahaya lampu
terlihat sepasang mata biru yang hidup dalam kegelapan. Kakinya tepat berdiri di
samping serpihan kaca. Kemudian ia mulai mengelilingi ruangan tersebut. Tak lupa
tangannya sambil meraba-raba
benda disekelilingnya.

         BRAAAKKKKK.
.
         Tibatiba, kepalanya mulai mengeluarkan darah setelah ia tak sengaja terbentur
dinding. Dari arah pintu masuklah wanita paruh baya. Ia masuk dan kemudian langsung
menghampiri gadis malang tersebut. Wanita paruh baya itu hanya bisa mengelus dada
setelah melihat kondisi putri kesayangannya itu. Wanita tersebut langsung memeluknya
dan air matanya tak disengaja keluar dari mata birunya yang indah. Wanita paruh baya
itu membawa putrinya duduk diatas sofa dan segera mengobati luka dikepalanya.
Beberapa menit kemudian, wanita tersebut berjalan menuju dapur untuk mengambilkan
makanan. Sedangkan putrinya duduk diatas sofa sedikit pun tak mengeluarkan kata-kata.

         Didalam dapur, masih terdengar isakan tangisan yang berasal dari suara wanita
tersebut, yang biasa dipanggil Mamah Mia. Ia selalu teriris hatinya ketika melihat
putrinya hidup dalam kegelapan. Sedikit demi sedikit, dapur tersebut mulai dipenuhi
kesedihan. Ia berusaha tegar dengan semua yang terjadi oleh putrinya. Tak lupa, ia
juga berusaha menyembunyikan kesedihannya di depan putri kesayangannya itu,
Reisya namanya. Setelah itu ia mulai menuju kamar Reisya dengan membawa makan
siangnya yang masih hangat.

          Sesampainya didepan pintu kamarnya Reisya, tubuhnya tiba-tiba
mulai lemas dan seakan-akan tak mau masuk kekamar tersebut. Namun, walupun begitu ia harus
tetap masuk. Ia berusaha mengembalikan tubuhnya yang lemas dan menahan semua
kesedihan dihatinya.
          "Reisya.", wanita paruh baya itu memanggil namanya dengan nada lembut.
          "Iya, mamah. Aku disini.", sahut Reisya.
          Wanita paruh baya itu kemudian jalan menuju putrinya dan menyuapi makanan
yang sudah ia bawa. Sambil menyuapi, ia mendongengkan sebuah cerita yang dapat
menghibur putrinya itu. Tak lama kemudian, Reisya mulai dilanda rasa kantuk. Dengan
segera mamahnya menyuruhnya untuk naik ketempat tidur dan tidurlah.
          Dimalam harinya..
          "Kau sudah bangun, putriku", tanya si mamah.
          "Sudah, mah", jawab Reisya.
          "Ayo putriku bergegaslah, papah dan mamah akan mengajak kau ke suatu
tempat.", kata Pak Leo yang tak lain adalah papahnya sendiri.
          "Kita mau kemana, pah?", tanya si Reisya.
           "Kami akan mengajak kau ke suatu tempat yang dapat membuatmu bahagia,
ayo, putriku.", jawab papahnya.
           "Iya, pah." ucap Reisya.

          Setelah bersiap-siap, mereka keluar dari rumah dan masuk ke mobil yang sudah
dikeluarkan dari garasi oleh papahnya. Dengan perasaan penuh tanya si Reisya masuk
kedalam mobil dan ia mengenakan jaket karena udara di malam itu sangatlah dingin.
Tak disangka, rupanya orang tuanya memberikan sebuah kejutan yaitu
membawanya ke Rumah Sakit ternama dikota tersebut untuk melakukan operasi mata.
Operasi mata membutuhkan biaya yang dapat dibilang cukup besar. Tetapi, ini tidak
menjadi masalah untuk keluarga mereka. Papahnya merupakan seorang pengusaha
terkaya didaerahnya yaitu di Jakarta. Sedangkan, mamahnya merupakan anak dari
pemimpin salah satu perusahaan di Belanda, dan ia merupakan keturunan belanda.

          Sesampainya di Rumah Sakit, si Reisya tanpa banyak mengeluarkan katakata
dibawa oleh beberapa orang yang berseragamkan putih menuju ke ruang operasi.
Diruang operasi, barulah si dokter memberitahu semuanya kepada Reisya.
          "Apakah kau sudah siap Reisya?", tanya pak dokter dengan senyum yang
lebar.
          "Siap untuk apa? Tunggu dulu, sepertinya aku mengenali suaramu, bukankah
kau ini dokter Rian?", sahut Reisya dengan penuh tanda tanya besar dibenaknya.
          "Iya, kau memang benar aku dokter Rian. Sekarang kau berada didalam
ruang operasi. Sebentar lagi, kau akan mendapatkan kebahagian lagi yang akhirakhir
ini hilang dari kehidupanmu.", katakata
manis yang terucap dari mulut dokter Rian.
           "Apakah kau serius dokter? Apakah kau saat ini sedang tidak bergurau dokter?
Ayo katakan dokter!", jawaban Reisya setelah mendengar ucapan dokter Rian tadi.
           "Iya, aku serius. Aku tak pernah mainmain."
ucapan dokter Rian.
           "Iya benar dokter? Alhamdulillah.", sahut Reisya dengan perasaan sangat
gembira.

          Diluar ruang operasi, orang tuanya mencemaskan hasil operasi ini. Mereka selalu
berdoa agar operasi putri kesayangannya berhasil. 45 menit kemudian, datanglah
kakek, nenek, paman, dan bibinya Reisya. Mereka ikut menunggu operasi Reisya.
Mereka juga mendoakan seperti doa kedua orang tuanya. Semua yang menunggu
dilanda perasaan khawatir dan cemas. Sedangakan, didalam ruang operasi, pak dokter
dibantu oleh beberapa suster sedang berusaha matimatian mengoperasi mata seorang
gadis yang tidak dapat melihat lagi sejak beberapa minggu yang lalu.

          Sekitar 4 jam kemudian, Dokter Rian keluar dari riang operasi dengan
senyumannya. Ia mengatakan ucapan selamat karena operasi matanya Reisya berjalan
dengan lancar dan berhasil. Perban dimatanya dapat dibuka setelah 3 hari kemudian.
Semua orang yang menunggu diluar ruangan serentak mengucapkan "Alhamdulillah.".
Bahkan kedua orang tuanya sampai meneteskan air mata mendengarkan perkataan
dokter tadi.
           "Reisya, putriku, dalam beberapa hari kau akan dapat melihat lagi.", kata
papah dengan penuh gembira.
           "Iya, sayang. Sebentar lagi, kau akan keluar dari dunia gelapmu akhir mingguminggu
ini. Serta, kesedihan yang pernah kau rasakan tidak akan kau rasakan lagi.",
ucapan mamah sambil meneteskan air mata karena tak kuat menaham kebahagiaan.
          "Iya, mah, pah. Aku juga sangat senang. Akhirnya, aku dapat melihat lagi. Aku
tidak lagi merepotkan kalian berdua. Makasih mah, makasih pah, Reisya sayang kalian
berdua.", jawab Reisya.
          Hari berganti begitu cepat, hingga tak disadari hari yang ditunggutunggu
pun tiba, yaitu hari dimana perban yang menutupi mata Reisya dilepaskan.
           "Mamah.. Papah.. Aku udah bisa melihat lagi", kata yang terucap dari mulut
Reisya setelah beberapa detik perban tersebut dilepas.
           "Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Kau kembalikan kebahagiaan keluarga
kecil kami lagi.", rasa syukur mamah atas Reisya yang dapat melihat lagi.

           Mereka pun pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah, tak disangka papahnya
telah memberikan kejutan untuk putrinya, yaitu sebuah roti tar dan rumah dihias
sehingga begitu sangat menarik. Harihari selanjutnya, mereka bertiga hidup bahagia
dan tidak pernah merasakan kesihan lagi. Mereka hidup bahagia selamanya.

Selasa, 23 Februari 2016

                             LAPORAN PERJALANAN
                                 (Oleh Fajar Apriliani)

 
           Tanggal 16 Februari 2016 tepatnya hari Selasa, SMA NEGERI 2 MAGELANG mengadakan kegiatan Pembelajaran Luar Sekolah atau sering disebut dengan "PLS". Kegiatan ini dilakukan rutin setiap tahunnya dan wajib bagi semua siswa kelas 10 untuk
mengikutinya. Kami mengunjungi MUSEUM MANUSIA PURBA DI SANGIRAN dan PT SRITEX. Tahuntahun sebelum, mereka juga mengunjungi tempat yang sama. 

           Sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh pihak sekolah, bahwa setiap siswa harus sudah berada di sekolah pukul 06.30. Saya pun tiba di sekolah 06.15. Ketika saya memasuki gerbang SMA NEGERI 2 MAGELANG, saya melihat banyak sekali teman-teman saya yang sedang berdiri di depan parkiran sambil membawa tas yang ukurannya besarbesar.
Kemudian saya menyapanya dan langsung berjalan menuju kekelas saya yaitu X MIA 5. Ternyata temanteman saya berkumpul dibawah Perpustakaan. Lalu saya ikut bergabung dengan mereka. Disana, kami berceritacerita dan bertanya mengenai barang bawaan yang dibawa. Tak lama berbincangbincang, kami mendengar broadcast bahwa kami harus menuju ke jalan dan masuk kedalam bus. Kami pun segera menuju ke jalan. Sesampainya dijalan, ternyata busnya belum datang dan jadinya kita harus menunggu bus tersebut datang. Kami menunggu lumayan lama sekali. Setelah beberapa menit bus pun datang dan kami masuk bus sesuai dengan
kelompok masing-masing. 

          Didalam bus, kami pun langsung menuju tempat duduk yang telah diatur oleh pihak sekolah dan saya mendapatkan urutan ke7 dari depan. Kami segera duduk dan
kemudian diabsen oleh guru pendamping di bus kami. Ternyata ada beberapa siswa yang belum hadir. Kami mau tidak mau harus menunggunya. Ini membuat tidak sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Sekitar pukul 07.20, semua siswa barulah lengkap. Kami berangkat pukul 07.30, ini berarti kami sudah telat 30 menit.
Diperjalanan, saya melihat pemandangan yang sangat memanjakan mata, yaitu sawah-sawah dan desa-desa yang masih asri. Di bus kami mendengarkan lagu yang diputarkan oleh pemandu bus tersebut. Kemudian, saya dan kelompok saya berceritacerita,
bercanda ria, berselfiselfi, dan tak lupa juga kami bertukar makanan. Saya merasa senang sekali. Tujuan PLS kami yang pertama adalah PT SRITEX. Perjalanan ke PT SRITEX membutuhkan waktu yang cukup lama. Hingga didalam bus banyak
siswa yang menghabiskan perjalanannya untuk tidur. 

          Setelah setengah perjalanan menuju PT SRITEX, kami pun berhenti kesalah satu pom bensin. Disini diberi kesempatan bagi siswa yang akan mengeluarkan hasas kecil. Kami pun turun dan harus mengantri di kamar mandi, karena kamar mandinya hanya ada dua yaitu untuk laki laki dan perempuan. Waktu yang dibuang disini pun banyak sekali dan ini mengulurulut waktu. Karena antrian untuk masuk kamar mandi sangatlah banyak, maka kami harus sabar menunggunya. Sebagian siswa yang tidak ingin kekamar mandi, mereka tetap keluar dan dudukduduk diteras dan didepan kamar mandi tersebut. Setelah semuanya selesai, kami melanjutlan perjalanan kami. lni baru setengah perjalanan sudah capek dan bosan dibus. Ingin rasanya agar segera sampai tujuan. Dibus kami melakukan kegiatan yang sama terus, yaitu selfiselfi, ngemil makanan, bergurau, dan ingin tidur tapi tidak dapat tidur.       

          Akhirnya, setelah beberapa jam kami sampai ketujuan yang pertama yaitu PT SRITEX. Sesampainya disana, kami langsung memasuki tempat dimana tempat tersebut merupakan tempat pembuatan tekstil. Didalam tempat tersebut, ada puluhan hampir ratusan karyawan yang sedang melaksanakan tugasnya, ada yang bagian menjahit, bagian perapian, bagian pengemasan, dan masih banyak lagi. Pakaian yang dibuat pun dalam satu motif diproduksi ratusan baju yang sama. Kami pun terpukau ketika pertama kali memasuki tempat tersebut. Tempatnya yang bersih dan luas sekali. Didalam, kami dipandu oleh orang yang berasal dari tempat tersebut memutari setiap lorong yang ada di tempat tersebut. Setelah itu, kami keluar dan masuk ke suatu tempat lagi yang dapat dikatakan toko yang menjual hasil produksi dari PT SRITEX. Seharusnya sesuai jadwal kami memasuki aula PT SRITEX terlebih dahulu. Namun sayang sekali, akibat dari kami telat sampai ke PT SRITEX dan kebetulan ada tamu dari Malaysia yang akan menggunakan aula tersebut. Jadinya, kami harus mengalah dan tidak masuk ke Aula tersebut. Kemudian kami masuk ke Toko PT SRITEX. Didalamnya ada banyak sekali hasil tekstil terutam baju. Pakaian-pakaian tersusun rapi dibawah gantungangantungan. Kami hanya melihat kesanakemari pakaian yang indah. Ada yang membeli baju yang disukai, namun ada juga yang tidak membeli baju. 

          Sekitar pukul 13.00, kami kembali masuk kedalam bus dan melanjutkan perjalanan untuk kakan siang. Kami makan nasi kotak dari salah satu Restoran di Solo yaitu Taman Sari. Kami masuk ke parkiran restoran tersebut, namun hanya mengambil makanan dan dilarang untuk turun. Tak lama kemudian, nasi kotak dibagikan perorang. Setelah semuanya mendapatkan nasi kotak, kami pun melanjutkan perjalanan ketujuan utama yaitu MUSEUM MANUSIA PURBA DI SANGIRAN. Di perjalanan, kami sambil memakan nasi kotak tersebut. Ternyata, perjalanan ke Museum tersebut lebih lama dan tempatnya sangatlah jauh. Sampai-sampai, aku ketiduran namun hanya beberapa menit, kemudian bangun lagi. Diperjalanan, saya melihat banyak gedunggedung, hotel, restoran, pusat oleholeh, pusat belanja, dan masih banyak lagi. Disana juga banyak aku melihat orangorang yang masih memegang teguh tradisinya dengan seharihari memakai pakaian adat seperti batik.  

          Sekitar beberapa jam, akhirnya kami tiba di MUSEUM SANGIRAN. Disana kami langsung diajak oleh pemandu untuk masuk. Didalam MUSEUM, kami dijelaskan sejarah manusia purba di Indonesia. Kami pun melihat fosilfosil manusia purba, fosilfosil
hewan pada zaman manusia purba, sejarah terbentuknya bumi, dan masih banya lagi. Kami disana dapat belajar dengan jelas dengan adanya pemandu yang menjelaskan dan melihat fosilfosil
dengan langsung. Fosilfosil di Museum itu sangat dilindungi oleh pemerintah. Fosilfosil diamankan dan diberi pelindung berupa kaca.Kemudian di Museum tersebut cukup gelap hanya ada lampu yang menerangu setiap fosilfosil yang ada. Setelah kami mengelilingi Museum tersebut, kami keluar dan beristirahat sebentar dan tidak lupa untuk kengabadikan moment tersebut kami pun berselfiselfi. Setelah itu, kami kembali ke bus mengambil mekena untuk sholat dhuhur dan sholat ashar'. Sesampainya dimushola, kami harus mengantri wudhu. Setelah berwudhu kami sholat berjamaah. 

          Perjalanan selanjutnya adalah belanja di SOLO SQUARE. Kami pun sedikit senang akhirnya kegiatan dihari ini segera selesai. Setelah sampai di Parkiran Solo Square, kami langsung turun dan masuk ke tempat pembelajaan tersebut. Kami diberi waktu sampai pukul 19.00 untuk berbelanja. Didalam, kami hanya jalan kesanakemari dan pusing mengenai barang yang akan kami beli. Kelompok saya masuk ke toko sepatu, toko baju, toko buku, dan masih banyak lagi. Kami hanya mutarmutar
saja. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 19.00, terasa begitu cepat. Akhirnya kami kembali kedalam bus dan perjalanan pulang. Diperjalanan pulang, hampir semuanya tertidur pulas. Mereka sangat kelelahan atas perjalanan hari ini. Aku tak mau ketinggalan,
akhirnya aku pun ikut tidur. Namun aku tak bisa tidur pulas. Tidur, beberapa menit lagi mesti bangun, kemudian tidur, bangun, tidur. Perjalanan pulang lumayan tidak terlalu lama dibandingkan perjalanan berangkatnya. PLS dihari ini sangatlah mengesankan
dan saya mendapatkan suatu pelajaran mengenai manusia purba. Sayangnya, kita tidak dapat masuk di AULA PT SRITEX, tetapi itu pun tidak mengurangi kesenangan dihari ini. Perjalanan pulang yang ditempuh sekitar 3 sampai 4 jam, akhirnya kami sampai di SMA NEGERI 2 MAGELANG dengan selamat. Di depan gapura, orang tua saya sudah menunggu dan menjemput untuk pulang. Diperjalanan pulang kerumah, ternyata dingin sekali dan saya tidak memakai jaket. Sesampainya dirumah, saya langsung cuci tangan dan kaki. Kemudian tidur karena jam telah menunjukkan pukul
23.00.

Senin, 02 November 2015

SEMARAK HUT SMADA 36th



SEMARAK HUT SMADA 36th
          Pada hari kamis tepatnya tanggal 22 Oktober 2015, diadakan Upacara Bendera yaitu untuk memperingati Hari Ulang Tahun SMA Negeri 2 Magelang yang ke 36 tahun. Upacara tersebut dilaksanakan dengan penuh hikmat oleh seluruh warga SMA Negeri 2 Magelang. Dalam upacara tersebut, disampaikan tujuan dan cita-cita SMA Negeri 2 Magelang hari kedepannya serta rasa syukur kepada ALLAH SWT. Hampir sebagian besar, siswa-siswi SMA Negeri 2 Magelang mengenakan seragam OSIS lengkap yaitu topi, almameter, dasi, dan sepatu hitam. Tak lupa juga, Bapak Ibu Guru dan PPL dari Universitas Tidar mengenakan seragam yang sama yaitu seragam batik. Serta, PPL dari Uniersitas Tidar mengenakan almameter berwarna kuning yang merupakan almameter identitas Universitas Tidar.
          Pada hari Sabtu, 24 Oktober 2015, diadakan Pentas Seni. Pentas Seni lapangan depan mushola SMA Negeri 2 Magelang. Dalam pentas seni tersebut, setiap kelas diwajibkan untuk mengeluarkan satu pertunjukan yaitu sebagai bukti partisipasi siswa dalam rangka HUT SMADA 36th. Pentas seni dimulai dari pukul 07.30 WIB. Acara tersebut diawali dengan pembukaan dari Bapak Arief Fauzan selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Magelang. Kemudian dilanjutkan oleh 2 MC yang akan memandu acara tersebut. Mcnya pun didatangkan dari luar sekolah dan pembawaannya pun selalu mengundang tawa bagi para penonton. Selanjutnya, waktu untuk pementasan setiap kelas. Setiap kelas mengeluarkan pertunjukkan berbeda-beda. Ada yang mengeluarkan bernyanyi sambil bermain gitar, dance, band, drama musikal, topeng ireng, dan ada juga rebana. Dari berbagai penampilan yang menjadi sorotan penonton yaitu dance dan topeng ireng. Topeng ireng yang dibawakan oleh kakak kelas yaitu kelas XI dan XII sangat menarik. Kostumnya yang unik, gerakannya yang kompak, dan musiknya yang semangat sehingga mengakibatkan para penonton ingin melihatnya sampai selesai dan tidak mau ketinggalan melihatnya walaupun Cuma satu gerakan saja. Kemudian mayoritas pertunjukkan dari kelas XII yaitu dance. Dancenya pun tidak kalah menarik dengan topeng ireng.